Selasa, 22 November 2011

forever Love

cerpen

Waktu Terasa semakin berlalu ... Tinggalkan Cerita tentang kita Akan tiada lagi kini tawamu Tuk Hapuskan semua sepi dihati ... Ada cerita tentang aku dan Dia Dan kita bersama saat dulu kala Ada cerita waktu yang indah Saat kita berduka saat kita tertawa (Peterpan) Ku masih dan selalu saja meratapi diriku. Entah sampai kapan ku akan terus seperti ini. Pekerjaanku sepulang sekolah adalah melamun dan selalu melamun. Sambil mendengarkan lagu cinta sejatiku Peterpan. ku sudah hafal lagu itu, sebab hanya satu lagu itulah yang menjadi temanku sehari-hari. Lagu itu menyimpan kenangan atau seakan lagu itu adalah harapan. Sambil terus mendengarkan Peterpan yang diputar beberapa kali, ku memandangi foto lama di HP-ku. Gambar itu adalah seorang Gadis remaja kecil dan Pria remaja kecil berseragam biru-putih. Dua anak itu bergaya. Berpegangan tangan dengan wajahnya seperti menarik senyuman. Ku tertawa sendiri teringat dengan semua kisah masa laluku. "D ', a cakep nggak gini?" ku meminta pendapat Anis. Saat itu, Aku baru saja mencukur rambut.

mario teguh

Wahai penggal waktu nan indah,
yang dinamaiNya sebagai Subuh,

Damai rasanya hati kami terbangun dalam keheninganmu,
yang adalah masa transisi antara kedamaian meditasi jiwa kami
yang bernama 'tidur' itu,
untuk memulai meditasi dalam kesadaran kehidupan yang nyata
yang kami sebut sebagai 'pengendalian hati.'

Sesungguhnya, tidur kami adalah ibadah,
yang melatih kami untuk secara sadar
mengembalikan kehidupan kepada Tuhan, setiap malam,
agar kami menemukan kehidupan esoknya
sebagai hadiah yang kami syukuri.

Sesungguhnya, terbangun dan sadarnya kami
adalah ibadah, yang melatih kami untuk secara sadar
mengisi kehidupan kami dengan nilai,
agar kami menjadi jiwa yang kebaikannya pantas
bagi surga yang tersambung antara dunia dan akhirat.

Tuhan kami Yang Maha Penyayang,

Lembutkanlah hati kami, cerdaskanlah pikiran kami,
sehatkanlah keseluruhan diri kami,
agar utuh upaya kami untuk mengunduh rezekiMu hari ini,
agar utuh kebahagiaan yang bisa kami bangun
bagi keluarga dan sesama.

Rahmatilah upaya kami untuk membangun kehidupan
yang jujur, damai, saling memuliakan, sejahtera,
dan penuh kebahagiaan.

Aamiin

love

"... Pabila cinta memanggilmu ... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku ... Dan, pabila sayapnya merangkummu ... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu ..." (Kahlil Gibran)

". .. kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang " (Kahlil Gibran)